Wednesday, 7 April 2010

11 KEBIASAAN ORANG MESIR

Bertahun tahun saya telah tinggal di negeri piramida ini, mesir. Penduduk setempat sering membanggakan negerinya sebagai negeri ummu ad-dunya (ibunya dunia), bahasa keangkuhannya adalah mesir sebagai pusat negeri yang melahirkan peradaban dunia. Namun itu semua adalah kejayaan masa lalu yang tertera di dalam tinta sejarah. Dilihat secara geografis, wilayah mesir memang strategis berbatasan dengan tiga benua.
Geografis mesir berbatasan dengan afrika di wilayah barat dan selatan, berbatasan dengan eropa di utara, dan asia di timur. Mesir sendiri pun terletak di benua afrika. Strategisnya wilayah ini, menggiurkan bangsa lain untuk menguasainya atau pun untuk menjadikan pusat pemerintahan. Ambil misal : kerajaaan firaun yang berpusat di mesir, maupun kerajaan yang dikuasai alexander the great berpusat di wilayah al-iskandariyah sekarang. Wilayah ini pun di masa Islam melahirkan ulama terkenal, biasa disebut dengan Ibnu Athoillah as-Sakandariy
Mesir adalah negera berpenduduk homogenous, campuran arab, afrika dan eropa. Keberagaman masyarakatnya memberikan sumbangsih sebagai negara arab yang terbuka, toleran terhadap perbedaan. Sikap yang toleran ini berpengaruh pada universitas tertua dimesir, bahkan di dunia. Universitas tersebut mengambil sikap moderat dalam perbedaan. Setiap keputusan diambil jalan tengah. Setiap mazhab dalam islam dipelajari oleh peserta didik universitas tersebut. Tidak kalah penting, universitas tersebut menjaga kitab turats (dalam istilah keindonesiaan, kitab kuning) terus dipelajari di universitas itu maupun di masjid.
Sekilas keadaan mesir yang selalu menjadi tanda tanya bagi orang yang belum pernah menyinggahi negara ini.
Saya akan menulis beberapa kebiasaan masyarakat mesir yang sering terlihat dalam pandangan mata ini.

1. Shisa, menghisap shisa sudah menjadi bagian dari masyarakat mesir di kota ataupun di desa. Di kota dapat dengan mudah ditemukan kedai untuk menghisap shisa. Tempat ini biasa disebut kafetaria. Nah, jika di desa mereka menggunakan alat apa yg mudah ditemukan oleh mereka, istilahnya menghemat asalkan dapat menghisap shisa. By the way shisa itu apa sih, dari tadi ngomongin shisa tapi belum ada gambarannya. Shisa tuh, alat untuk merokok, bentuknya semacam teko tapi agak ramping. Dibawahnya kaca berbentuk botol yang diisi air, di atasnya diberi arang menyala, untuk menghisapnya disediakan selang diantara air dan arang itu. Menghisapnya menggunakan perut, asap dari shisa ini lebih banyak dari asap rokok. Shisa pun memiliki rasa yag beraneka ragam. Ada rasa cappucino, melon, apel, kurma, koktail, mint, atau strawberry. Saya belum pernah menemukan rasa durian ataupun duku. Ga ada kale’. Penghisap shisa ini tidak terbatas pada masyarakat mesir, tapi juga didapati di masyarakat arab saudi n syria. Saya pertama kali melihat shisa, saya pikir hanya laki-laki yang menghisap shisa, tapi hal itu jauh dari prasangka. Perempuan mesir pun menghisap juga, baik yang disebut ABG maupun yg dipanggil madam (ibu-ibu).

2. Malam jum’at, disebabkan hari libur nasional mesir adalah hari jum’at. Maka malam jum’at menjadi waktu untuk bersenang-senang dan berkumpul bersama kawan-kawan. Malam jum’at bisa dikatakan adalah malam minggunya Indonesia. Berbeda jauh dengan Indonesia, yang menjadikan malam jum’at sebagai waktu untuk menambah pahala, waktu untuk mendekatkan diri kepada Allah (terlepas itu bid’ah atau tidak). Meski yang dibaca surah yasin, namun hal ini sebagai bukti dalam hati kecintaan pada al-Quran.
Pemandangan itu jauh berbeda dengan malam jum’at di mesir. Anak muda mudi, sekelompok ayah, ibu dan anak pun terlihat berkumpul di jalan, tempat wisata, maupun hanya sekedar ngobrol. Di wilayah husein, tempat berkumpulnya segala bangsa, di saat malam jum’at ramai bagaikan Pekan Raya Jakarta. Jika tiba malam jum’at, jalan raya yang menuju husein macet disesaki mobil dan orang-orang yang berseliweran.

3. Tidur pagi, ini sebuah kebiasaan jelek yang tidak mengenal musim, musim panas atau musim dingin. Saya dapat info dari tulisan semisal, bahwa di arab saudi kebiasaan tidur pagi pun tak jauh berbeda dengan di mesir. Mungkin keadaan geografis mesir yang mengharuskan mereka membiaskan tidur pagi. Ada selentingan beberapa kawan, jika mesir di serang israel pada pagi hari, maka akan hancur lebur negara ini.

4. Parfum, setiap orang pasti menyukai parfum laki-laki atau perempuan. Namun di mesir, parfum lebih mencolok digunakan oleh kaum perempuan. Di kota penggunaan parfum ini lebih mencolok dibanding di desa. Suatu hari pada musim dingin, saya mencium wangi parfum dari seorang gadis. saya mencari-cari sumbernya ternyata gadis itu jauh berpuluh-puluh meter di sana. Itu hanya sebuah gambaran bahwa perempuan mesir, suka berlebihan dalam menggunakan parfum. Musim dingin penggunaan parfum meningkat disebabkan cuaca dingin membuat enggan mandi, sebagai alternatif diganti mandi parfum. Dii bulan ramadan pun penggunaaan parfum meningkat drastis.

5. Kekayaan, menilai kekayaan orang mesir berbeda-beda sesuai wilayah masing-masing. Secara umum masyarakat mesir menilai kekayaan itu adalah kekayaan materi. Di kota kekayaan di nilai dengan banyaknya flat yang dimiliki, dapat juga dengan ukuran di komplek mana dia tinggal, komplek elit atau komplek kumuh. Di desa kekayaan dinilai dengan banyaknya tanah yang dimiliki.

6. Teh, bangun tidur minum teh, pagi minum teh, selepas makan minum teh, nonton TV minum teh, berbincang-bincang minum teh, di kafetaria minum teh. Teh adalah bagian dari kehidupan orang mesir. Di kota maupun desa kesukaan mereka pada teh, seperti kesukaan orang jawa pada gula. Bisa dikatakan setiap hari masyarakat mesir tidak pernah terlepas dari teh. Merek teh yang disukai oleh mereka adalah teh al-Arusah, teh ini memberikan warna yang kental berbeda dengan merek teh lainnya.

7. Fuul, kacang parang. Kacang ini dimakan setiap pagi. Tentu saja kacang ini telah masak dibuat semacam bubur. Dimakan menggunakan minyak zaitun, disertai dengan roti (biasa disebut isy), keju dan to’miyah. Kebiasaan makan kacang pada pagi hari menurut beberapa orang mesir, hanya ditemukan di mesir saja.

8. Suka merantau, merantau adalah sebuah sikap untuk mencari yang terbaik. Kebiasaan merantau ini telah lama menjadi darah daging orang arab tak terkecuali orang mesir. Sebelum kedatangan islam, bangsa arab adalah bangsa nomaden, bangsa yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Masih ingat dalam sirah kenabian, nabi merantau (bahasa sirahnya disebut hijrah) dari makkah ke madinah. Hasil merantau ini, membawa kejayaan penyebaran islam selanjutnya.
Dikarenakan kegemaran masyarakat mesir merantau. Mereka dengan mudah akan ditemukan di semua negara timur tengah, seperti saudi arabia, oman, maupun kuwait. Di kuwait, masyarakat mesir menduduki tingkat tertinggi sebagai pendatang, begitu juga di Yunani dan Italia.

9. Tempel pipi, jika bertemu sesama mereka akan menempelkan pipi antara satu dengan lainnya. Ada juga yang menyium pipi. Hal itu telah menjadi kebiasaan mereka saat bertemu. Terlebih jika lama tak jumpa, mereka akan cium pipi serta berpeluk mesra. Perlu diingat tempel pipi dan saling peluk ini hanya untuk sesama jenis. Dan jangan coba-coba untuk menyium ataupun memeluk lawan jenis di muka umum. Coz bukan mahram. Biasanya jika berlawanan jenis sapaan mereka berjabat tangan saja. Tentu budaya ini berbeda dengan Indonesia, di saat bertemu satu sama lain terbatas berjabat tangan saja.

10. Basa basi, dalam bahasa mesirnya mujamalah. Pemandangan ini sudah umum ditemukan di setiap tempat di mesir. Terlebih lagi, jika orang tersebut baru dikenal. Basa basi ini dengan mengajak orang yang baru dikenal minum teh. “itfaddol, nasyrabuu esSya-i” minum teh, yuk. Ajakan ini bisa kita tanggapi, tapi saran seorang teman mesir, jika ajakan itu dari seorang yang baru dikenal sebaiknya ditolak saja. Dengan berucap : “Syukran”, terima kasih. Basa basi ini pun membuat bangsa mesir terlihat ramah terhadap orang asing.

11. Romadhon karim, bulan romadhon yang penuh berkah. Begitulah ucapan dan pamflet di sepanjang jalan kota cairo jika bulan romadhon tiba. Bulan ini adalah bulan rahmat, bulan hemat. Hemat waktu dan hemat finansial, karena kebanyakan mahasiswa tidak masak sendiri. Di sepanjang jalan cairo akan dengan mudah didapati tempat yang disebut maidah ar-Rahman, terjemahan bebasnya hidangan Yang Maha Pengasih. Setiap orang dipersilahkan untuk memakan hidangan berbuka puasa yang tersedia, tanpa ditarik sepersen pun. Menu yang disajikan bervariasi, tersedia nasi, roti, sayur kentang, daging, ayam, dan buah-buahan. Tak lupa juga ada kolak kurmanya. Di tempat dimana orang asing agak jarang, maka pelajar asing itu akan diutamakan serta dijamu bagaikan pangeran. Terasa senang jika bulan ramdhan telah tiba, senang suasananya, senang makanannya.

Sebelas kebiasaan orang mesir ini telah mencukupi pembahasan terkait kebiasaan orang mesir. Ada beberapa kebiasaan buruk orang mesir, seperti : penipu, pembohong, keras kepala, ingkar janji. Dan kebudayaan orang mesir yang telah mendarah daging sejak kecil, yaitu: kencing di tembok. Hampir di setiap tempat akan menemukan kejadian tersebut berulang-ulang, baik orang dewasa maupun anak kecil. WC umum memang tidak tersedia di kota kairo ini, mungkin itu salah satu penyebab mereka melakukan hal ini. Sifat dan kebudayaan kencing di tembok, tidak saya temukan pada orang mesir yang belajar agama dan terdidik.
Kebaikan orang mesir adalah membantu mahasiswa asing. Ambil contoh jam’iyah syar’iyah, membantu finansial mahasiswa Indonesia tidak kurang dari LE. 150.000 setiap bulan yang di keluarkan dari kas organisasi tersebut, Jumlah tersebut setara dengan Rp. 300 juta.

Terlepas dari kekurangan, mesir adalah Negara pertama yang mengakui kedaulatan Republik Indonesia. Pada akhirnya, semua bangsa Indonesia dapat menikmati kemerdekaan. :)

2 comments:

  1. iiiiih, kencing dijalan ... :(

    ReplyDelete
  2. hehe.. tulisannya bagus banget ham, mengalir. wah :kagum :terharu

    ReplyDelete